MENU

Zulkifli Hasan Memang Bukan Kaleng-kaleng, Simak Prestasi Ketua Umum PAN ini

Zulkifli Hasan Memang Bukan Kaleng-kaleng, Simak Prestasi Ketua Umum PAN ini

Panggung politik tanah air kini tengah ramai dengan terpilihnya Zulkifli Hasan sebagai ketua umum partai Amanat Nasional Nasional (PAN) periode 2020-2025 pada kongres V PAN yang digelar di Kendari, Selasa (11/2). Pria yang akrab disapa Zulhas itu terpilih menjadi orang nomor satu di PAN dengan mendapat 331 dari 562 suara sah.


Zulkifli lahir di Lampung Selatan, 17 Mei 1962 dari pasangan Hasan dan Siti Zaenab.


Masa kecil hingga beranjak remaja dia habiskan di kampung halaman. Lalu Zulkifli pindah ke Jakarta untuk mengenyam pendidikan di SMAN 53 Jakarta hingga berlanjut ke bangku kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Krisnadwipayana, Jakarta tahun 1996.


Memang tak banyak politikus yang memiliki karir cemerlang seperti Zulkifli Hasan. Banyak posisi penting yag pernah didudukinya, selain itu dia juga memiliki bisnis yang dikelola secara mandiri.


Nah untuk mengenal sosok Zulkifli secara lengkap. Berikut beberapa jenjang karier dan bisnis Zulkifli Hasan;


1. Menjabat di perusahaan


Sebelum terjun ke dunia dunia politik, Zulkifli Hasan adalah seorang PNS (Pegawai negeri Sipil) yang beralih profesi menjadi seorang wirausahawan.


Zulkifli Hasan yang ketika itu sudah berada dalam kondisi finansial yang cukup stabil, setelah bekerja sebagai PNS, memilih untuk berhenti dan bertekad untuk memulai usaha sendiri.


Usaha yang ia rintis pun satu persatu menuai hasil, terbukti dari deretan perusahaan yang pernah ia pimpin. Pada awalnya dia memulai bisnis peralatan rumah tangga (houseware) hingga sukses dan memiliki merek Haneda di bawah bendera PT Batin Eka Perkasa (BEP).


Disana Zulkifli menjabat sebagai Presiden Direktur untuk periode 1988-2004. Setelah itu dia juga pernah menjadi Presiden Direktur PT Panamas Mitra Inti Lestari pada periode 1997-2004.


Selain itu pria berkacamata tersebut juga pernah menjabat posisi Presiden Direktu di PT Sarana Bina Insani untuk periode 2000-2004.


Karirnya semakin moncer, lelaki beranak 4 itu akhirnya menjabat sebagai Komisaris di PT Hudaya Safari Utama pada tahun 2000-2006 dan Komisaris Utama PT Batin Eka Perkasa pada periode 2004-2005.


2. Menjabat sebagai ketua dan wakil ketua lembaga


Tak hanya gacor berkarir di dunia wirausaha, Zulkifli Hasan juga mulai tercatat mengawali karier di dunia politik sebagai Ketua Lembaga Buruh Tani dan Nelayan PWM DKI pada tahun 2000 sampai tahun 2005.


Dia juga pernah menjadi Ketua Pengurus Wilayah Lembaga Buruh Tani dan Nelayan Provinsi Lampung.


Juga Wakil Ketua Paguyuban Masyarakat Lampung Sai, dan menjadi deklarator Ikatan Pemuda Lampung di Jakarta.


3. Menduduki Jabatan DPR dan PA


Karr politiknya, pada 2000-2005 dimulai dengan menjadi pengurus PAN di bidang logistik PAN.


Tidak butuh lama untuk karier politiknya melejit. Dia kemudian dipercaya untuk menduduki posisi yang lebih tinggi, yakni menjadi Wakil Ketua Fraksi PAN di Dewan Perwakilan Rakyat RI.


Pada pemilu legislatif 2004-2009, dia terpilih menjadi anggota DPR untuk daerah pemilihan Lampung.


Zulkifli Hasan juga diamanahkan menjadi Ketua Fraksi PAN DPR periode 2004-2009. Pada saat itu, ia duduk di dalam Komisi VI DPR yang membidangi perhubungan dan infrastruktur.


Pada tahun 2008 di mana ia terpilih sebagai Ketua Pansus Hak Angket yang menyoal kebijakan pemerintah atas kenaikan harga BBM.


Pemilihan dilakukan melalui pemungutan suara di Ruang KK I, Gedung DPR pada hari Rabu siang, 9 Juli 2008. Zulkifli Hasan meraih 28 suara dari 48 anggota pansus yang hadir.


4 Menjabat Sekjen Dewan Pimpinan Pusat PAN


Di dalam PAN, karier politik Zulkifli Hasan terus melesat. Zulkifli Hasan kemudian ditetapkan sebagai Sekretaris Jenderal pada rapat formatur pada tanggal 11 April 2005.


Rapat tersebut mendapatkan kesepakatan bahwa kepengurusan DPP PAN menjadi berjumlah 45 orang dari sebelumnya yang hanya 40 orang.


Zulkifli Hasan termasuk salah satu dari tim kepengurusan DPP PAN 2005-2010. Pada saat itu, tim formatur yang menyusun kepengurusan DPP PAN 2005-2010 diketuai oleh Ketua Umum terpilih Soetrisno Bachir.


5 Menjabat Ketua Umum PAN


Dalam Kongres PAN yang dilaksanakan pada 28 Februari hingga 2 Maret 2015, dilakukan pemilihan untuk emperebutkan kursi ketua umum yang saat itu masih dijabat oleh Hatta Rajasa.


Ada tiga calon yang diajukan, mereka adalah Ketua Umum PAN 2010-2015 Hatta Rajasa, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan, dan Wakil Ketua Umum PAN 2010-2015 Dradjad Wibowo.


Hasil dari Kongres tersebut disepakati pada 1 Maret 2015, Zulkifli Hasan terpilih sebagai Ketua Umum PAN periode 2015-2020 menggantikan Hatta Rajasa.


Dia terpilih di Kongres PAN yang diadakan di Bali, melalui pemungutan suara. Zulkifli Hasan unggul dan mengantongi 292 suara, sedangkan ribalnya, Hatta Rajasa hanya mendapat 286 suara.


6. Menjadi Menteri Kehutanan


Zulkifli yang moderat menarik perhatian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menjadikannya sebagai Menteri Kehutanan Periode 2009-2014.


Ia dilantik bersama dengan 33 orang menteri lainnya dan 2 orang pejabat setingkat menteri di Ruang Credential, Istana Merdeka pada hari Kamis, 22 Oktober 2009.


Setelah masa pemerintahan SBY berakhir, Zulkifli kemudian mencoba melanjutkan kompetisinya di panggung politik di Pemilu dari Dapil Lampung dan Zul terpilih kembali.


7. Menjabat di MPR RI


Zulkifli adalah caleg dari PAN untuk dapil Lampung yang berhasil meraih 132.039 suara yang meliputi Kab. Lampung Barat, Kab. Lampung Selatan, Kab. Pesawaran, Kab. Pesisir Barat, Kab. Pringsewu, Kab. Tanggamus, Kota Bandar Lampung, dan Kota Metro.


Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan kembali menjadi pimpinan MPR periode 2019-2024. Sebelumnya Zulkifli menjabat sebagai ketua pada periode 2014-2019.


Penetapan Zulkifli sebagai pimpinan MPR diputuskan langsung dalam sidang paripurna MPR yang digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/10) malam.