MENU

Pantaskah Isu Agama dibawa ke Ranah Pilkada Bengkalis ?

Pantaskah Isu Agama dibawa ke Ranah Pilkada Bengkalis ?
Pantaskah Isu Agama dibawa ke Ranah Pilkada Bengkalis ?

" Saya Tercengang Saat Isu Agama dibunyikan Di Tanah Melayu yang merupakan Tanah Para Ulama "



Pilkada Kabupaten Bengkalis menyisakan beberapa bulan pertarungan lagi sampai hasil akhir akan memastikan siapakah yang akan menduduki kursi sebagai The Leader dari sebuah "Kapal Tua" yang terdiri dari berbagai etnis suku dan agama ini

Peta peta politik mulai dibentangkan, peta yang berbeda dengan peta seorang nakhoda, peta kali ini malah menentukan siapa yang akan menjadi nakhoda

" Siapo sebetulnyo Bupati Kito Selanjutnyo ni "

Kaderismanto - iyeth bustami, ?
Abi Bahrun - Herman ?
Kasmarni - Bagus santoso ?

Atau 

Sang Pemilik No. 4
Indra Gunawan Eet - Samda ??

Namun suasana politik Bengkalis mulai memanas, lebih panas dari biasanya, isu demi isu mulai terangkat, kini opini masyarakat mulai digiring, bukan lagi isu antara siapa yang pantas menjadi Bupati antara Paslon yang mewakili "Daratan dan Pesisir"

Isu ini bahkan lebih ganas lagi daripada isu suku, tentang siapa yang akan menjadi Bupati ditanah Melayu

" Menggiring Opini Soal Agama "


Ya, Pilihan atas dasar agama dan etnis yang cukup dominan dalam kancah politik Indonesia belakangan ini,
Lantas apakah "Agama" bisa menjadi tolak ukur pemilih dalam pilkada Bengkalis tahun ini ?

Tentu saja jawaban nya adalah "TIDAK"

Isu Agama mulai mendominasi dalam kancah politik Indonesia sejak Anies Baswedan berhasil mengalahkan Ahok pada Pilgub DKI beberapa tahun silam, sah sah saja dan sangat benar jika Mayoritas "Muslim" berpegang teguh pada keyakinan bahwa mereka tidak mau dipimpin oleh "Non Muslim"

Tapi kasus Dibengkalis tentu saja merupakan sebuah kasus berbeda, dari 4 Paslon yang akan bertarung untuk menjadi Bupati dan Wakil Bupati semuanya adalah "Muslim"

Kenapa harus bicara Agama untuk 4 Paslon yang memiliki Agama yang sama ?

Lantas, sejak Kapan isu Agama disuarakan di Bengkalis ?


Isu ini mulai terdengar sejak tim salah satu Paslon menyuarakan bahwa Paslon mereka adalah seorang ulama, yang bisa menjadi khatib untuk berkhutbah dan dia yang mengerti soal Agama

jika ada seorang yang berkata "Hey Jangan Jualan isu Agama"

Lalu mereka mengatakan "Jangan larang kami muslim untuk memilih orang yang paham dengan Agama"

Saya ingin mengatakan

" Siapa anda " Sampai anda berani mengatakan hanya Paslon anda yang paham dengan Agama "

" Catatan " apa yang anda bawa sampai anda berani mengklaim bahwa cuma Calon Bupati anda yang lebih banyak pahala "

Hey bung, Kita ini berada di Tanah "Melayu" yang tak pernah diragukan lagi didikan Agamanya sejak kita terlahir ditanah yang penuh rahmat ini

Paslon kami pun mengerti Agama, SEORANG PETARUNG yang mengerti dengan Agama
Dia tak perlu mempertegas bahwa "Saya Paham Agama" 
Yang dia tau, saat bacaan tajwidnya salah maka dia akan berhadapan dengan "Rotan" dari guru mengajinya.

Paslon kami mengerti saat menjadi Pemimpin di Negeri Melayu, bahwa dia akan menjadi Pemimpin untuk semua suku etnis dan Agama

" Kepalanya akan selalu tunduk mencium tangan orang tua, 
Tangan nya akan selalu merangkul bahu Pemuda '

Dan dia sangat sederhana